Kristi Montgomery Dipanggil Perdana ke Skuat Skotlandia

Kristi Montgomery akhirnya menerima panggilan pertamanya untuk memperkuat skuat Skotlandia senior, setelah Kieran Tierney dan Kenny McLean dipastikan keluar dari daftar pemain untuk ajang Liga Negara (Nations League). Gelandang Blackburn Rovers berusia 22 tahun itu dinaikkan statusnya dari tim Under-21 oleh pelatih kepala baru Skotlandia, Sebastien Pocognoli.

Panggilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dari 27 nama yang disusun Pocognoli untuk rangkaian pertandingan melawan Slovenia (dua kali), Swiss, dan Makedonia Utara. Kehadiran Montgomery menambah lapisan minat pada skuat Skotlandia yang memang sedang dalam masa transisi, terutama karena sejumlah pemain senior tidak bisa bergabung. Situasi itu membuka pintu bagi pemain-pemain muda yang sebelumnya belum pernah membela timnas senior.

Siapa Kristi Montgomery dan Alasan Ia Dipanggil

Kristi Montgomery merupakan produk akademi Blackburn Rovers dan telah berada di klub tersebut sejak ia berusia sembilan tahun. Ia memenuhi syarat memperkuat Skotlandia melalui garis keturunan ibunya, sehingga jalur karier internasionalnya mengarah ke negara itu. Sebelum dipromosikan, ia sudah memperkuat Skotlandia di level Under-18, Under-20, dan Under-21.

Pada musim ini, ia dipercaya menjadi starter di seluruh delapan pertandingan Championship yang sudah dijalani Blackburn. Sang pemain juga tercatat tampil dalam kesepuluh laga klub tersebut musim ini, menandakan posisinya yang kian penting di lini tengah. Performa konsisten itulah yang membuat Pocognoli memutuskan untuk menariknya ke tim senior lebih cepat dari perkiraan.

Menariknya, kontribusi Montgomery terjadi di tengah kondisi klub yang sedang tidak stabil. Blackburn saat ini berada di peringkat ke-16 Championship, dan pada musim lalu sempat berjuang menghindari degradasi sebelum akhirnya finis di posisi ke-20. Musim tersebut justru menjadi musim terobosan bagi Montgomery, yang mulai dipercaya secara reguler di tim utama.

Latar Belakang: Deretan Pemain Senior yang Absen

Keputusan Pocognoli tidak lepas dari hilangnya sejumlah pemain berpengalaman. Kieran Tierney dari Celtic dan Kenny McLean dari Norwich City mundur dari skuad, padahal keduanya bersama-sama mengantongi total 119 caps internasional. Hilangnya dua nama itu membuat lini belakang dan tengah Skotlandia kehilangan pengalaman yang biasanya menjadi penopang tim.

Sebelum Pocognoli menentukan pilihannya, trio senior Scott McTominay, Che Adams, dan Lawrence Shankland juga sudah dinyatakan tidak tersedia. Artinya, pelatih baru itu harus menyusun komposisi skuat tanpa beberapa andalan utama di hampir setiap lini. Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong masuknya sejumlah wajah baru yang sebelumnya belum pernah merasakan atmosfer timnas senior.

Absennya banyak pemain inti bukan sekadar soal kehilangan kualitas, tetapi juga memaksa perubahan cara tim dibangun. Pocognoli harus menemukan keseimbangan antara pemain muda yang minim pengalaman internasional dengan sisa pemain senior yang siap bermain. Dari situlah muncul peluang bagi pemain seperti Montgomery untuk menunjukkan kemampuannya di level tertinggi.

Dampak bagi Skuat: Wajah Baru dan Pemain yang Kembali Dipanggil

Montgomery menjadi pemain kedelapan yang belum memiliki caps dalam rombongan berisi 27 pemain. Ia bergabung dengan Luke Graham, Robbie Ure, Luis Binks, Colby Donovan, Jon McCracken, Josh McPake, dan Stephen Welsh di daftar mereka yang belum pernah tampil untuk tim senior. Banyaknya pemain tanpa caps menegaskan bahwa Skotlandia saat ini sedang menjalani regenerasi besar-besaran.

Di sisi lain, Pocognoli juga memanggil kembali sejumlah nama yang sempat menepi, seperti Oli McBurnie, Scott Bain, Kieron Bowie, Josh Doig, Lennon Miller, dan James Wilson. Gelandang Napoli, Billy Gilmour, juga kembali setelah absen pada Piala Dunia akibat cedera. Kombinasi antara pemain baru dan pemain yang kembali ini memberi skuat karakter yang lebih segar dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Sementara itu, beberapa pemain justru tidak masuk dalam pertimbangan Pocognoli, antara lain Dominic Hyam, Lyndon Dykes, George Hirst, Grant Hanley, Anthony Ralston, dan Ross Stewart. Remaja Manchester United, Tyler Fletcher, ditempatkan di tim Under-21 setelah sebelumnya mengisi posisi Gilmour. Keputusan-keputusan ini menunjukkan bahwa pelatih ingin membangun identitas baru sejak awal masa kepemimpinannya.

Penilaian Pengamat dan Kualitas Montgomery di Lapangan

Penulis senior olahraga BBC Scotland, Tom English, menilai promosi Montgomery sebagai salah satu hal paling menarik dari daftar skuat terbaru. Ia menyoroti bahwa sang pemain telah membela Skotlandia di berbagai kelompok umur dan memulai musim ini dengan performa yang menonjol. Menurut English, capaian itu diraih di tengah kondisi Blackburn yang sedang berjuang di papan bawah.

Pelatih Blackburn, Tony Mowbray, juga tidak ragu memuji kualitas gelandang mudanya tersebut. Ia menyebut Montgomery sebagai pesepak bola muda yang luar biasa, yang bertarung di area paling keras di tengah lapangan pada fase pertandingan. Menurutnya, Montgomery umumnya keluar sebagai pemenang dalam setiap duel yang ia jalani.

Pujian tersebut memberi gambaran mengapa Pocognoli tidak perlu waktu lama untuk memanggilnya. Kemampuan bertahan, memenangi duel, dan menjaga penguasaan bola di tengah lapangan adalah kualitas yang dicari setiap pelatih timnas. Jika mampu menerjemahkan performa klubnya ke level internasional, Montgomery berpeluang menjadi bagian jangka panjang dari skuat Skotlandia.

Konteks Lebih Luas: Jadwal dan Kondisi Klub Montgomery

Panggilan ini datang menjelang rangkaian laga penting Liga Negara melawan Slovenia, yang akan dihadapi dua kali, serta Swiss dan Makedonia Utara. Bagi Pocognoli, keempat laga itu menjadi kesempatan awal untuk menguji kedalaman skuat dan memperkenalkan pemain-pemain muda kepada level pertandingan yang lebih menuntut. Hasilnya akan menjadi indikator awal arah kebijakan pelatih baru tersebut.

Di level klub, situasi Blackburn menambah nilai tersendiri bagi kisah Montgomery. Berada di peringkat ke-16 Championship bukan posisi ideal, dan pada musim sebelumnya mereka hampir terdegradasi dengan finis di urutan ke-20. Meski demikian, justru dari lingkungan yang penuh tekanan itulah Montgomery tumbuh sebagai pemain yang matang lebih cepat.

Secara lebih luas, kehadiran delapan pemain tanpa caps dalam satu skuat menunjukkan tren regenerasi yang tengah berlangsung di sepak bola Skotlandia. Tim ini perlahan beralih dari generasi senior yang sudah lama menjadi tulang punggung ke generasi baru yang lebih muda. Pemanggilan Montgomery menjadi salah satu bukti paling nyata dari peralihan tersebut.

Daftar Lengkap Skuat Skotlandia

Berikut susunan skuat Skotlandia yang direvisi untuk pertandingan melawan Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara:

Kiper

  • Scott Bain (Falkirk)
  • Angus Gunn (San Jose Earthquakes)
  • Liam Kelly (Rangers)
  • Jon McCracken (Bradford City)

Bek

  • Luis Binks (Brondby)
  • Josh Doig (Sassuolo)
  • Colby Donovan (Celtic)
  • Luke Graham (Stoke City)
  • Jack Hendry (Al-Ettifaq)
  • Aaron Hickey (Brentford)
  • Scott McKenna (Dinamo Zagreb)
  • Nathan Patterson (Torino)
  • Andy Robertson (Tottenham Hotspur)
  • Stephen Welsh (Swansea City)

Gelandang

  • Ryan Christie (Bournemouth)
  • Lewis Ferguson (Bologna)
  • Billy Gilmour (Napoli)
  • John McGinn (Aston Villa)
  • Kristi Montgomery (Blackburn Rovers)
  • Josh McPake (Hearts)
  • Lennon Miller (Udinese)

Penyerang

  • Kieron Bowie (Sassuolo)
  • Findlay Curtis (Rangers)
  • Ben Gannon-Doak (Bournemouth)
  • Oli McBurnie (Hull City)
  • Robbie Ure (Sevilla)
  • James Wilson (Hearts)

Panggilan perdana untuk Kristi Montgomery menutup rangkaian perubahan yang terjadi di skuat Skotlandia, yang harus beradaptasi tanpa Tierney maupun McLean. Dengan delapan pemain tanpa caps serta sejumlah nama yang kembali dipanggil, Pocognoli jelas ingin membuka lembaran baru sejak awal masa jabatannya. Laga-laga Liga Negara melawan Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara akan menjadi panggung pertama untuk melihat apakah keberanian bereksperimen itu membuahkan hasil.

Terlepas dari hasil pertandingan nanti, satu hal sudah jelas: kesempatan Montgomery adalah buah dari kerja kerasnya di Blackburn sejak usia sembilan tahun. Jika ia mampu menjaga level permainannya, bukan tidak mungkin nama gelandang muda itu akan semakin sering muncul dalam daftar skuat Skotlandia di masa depan.