Hibs vs Hearts: Derby Edinburgh di Semifinal Piala Liga

Undian semifinal Premier Sports Cup mempertemukan Hibernian dengan Heart of Midlothian, sehingga derby Edinburgh akan tersaji di Hampden Park pada akhir Oktober nanti. Ini menjadi pertemuan pertama kedua klub di babak semifinal Piala Liga sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober, atau sehari setelahnya.

Yang membuat duel ini menarik bukan hanya soal gengsi kota, tetapi juga reaksi dua pelatih yang saling bertolak belakang. David Gray, sosok yang sudah lama akrab dengan atmosfer derby Edinburgh, menyebut hasil undian ini sebagai peluang besar. Sementara Wouter Vrancken, pelatih anyar Hearts asal Belgia, menanggapinya dengan nada yang jauh lebih tenang. Perbedaan cara pandang keduanya langsung menjadi bahan perbincangan menjelang laga yang mempertemukan dua rival sekota itu.

Dua Pelatih, Dua Reaksi yang Berbeda

Bagi David Gray, laga melawan Hearts selalu punya bobot tersendiri. Pria berusia 38 tahun itu pernah menjalani derby Edinburgh sebagai pemain, dan kini kembali menghadapinya sebagai head coach Hibs. Ia menilai undian ini sebagai “peluang brilian” yang otomatis menambah “sedikit bumbu” pada pertandingan karena lawan yang dihadapi adalah rival sekota. Gray juga mengakui bahwa dirinya sempat menonton proses undian dan langsung merasa antusias menantikan laga tersebut.

Di sisi lain, Vrancken memilih respons yang lebih datar. Pelatih yang baru bergabung dari klub kampung halamannya, Sint-Truiden, pada musim panas ini hanya menyebut pertemuan itu sebagai sesuatu yang “bagus untuk para penggemar”. Ia belum merasakan bagaimana rasanya bertandang ke Hampden Park, apalagi menghadapi Hibs di panggung sebesar semifinal Piala Liga. Karena itu, pendapatnya setelah menjalani pengalaman pertama di stadion nasional Skotlandia itu nanti akan menarik untuk disimak.

Vrancken Enggan Terbawa Euforia Piala

Meski terkesan meremehkan, Vrancken sebenarnya bukan pelatih tanpa pengalaman meraih trofi. Pada 2019, ia membawa Mechelen menjuarai Piala Belgia, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana memenangi kompetisi sistem gugur. Ia juga sudah merasakan kemenangan di derby Edinburgh, setelah timnya mengalahkan Hibs 3-1 di Easter Road pada laga Scottish Premiership awal bulan ini.

Kendati demikian, sang pelatih menolak larut dalam demam piala yang muncul tidak lama setelah undian. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah laga liga melawan Falkirk yang akan digelar pada Selasa. “Tentu kami menantikannya, tetapi satu-satunya hal yang kami pikirkan sekarang adalah Falkirk,” ujarnya. Baginya, terlalu jauh melihat ke depan justru membuat seseorang melewatkan hal-hal yang ada tepat di hadapannya.

Vrancken juga tidak menganggap menghadapi Hibs di semifinal sebagai motivasi tambahan bagi para pemainnya. Menurutnya, anak asuhnya sudah menunjukkan tekad kuat ketika mengubah empat kekalahan beruntun di awal masa kepelatihannya menjadi sembilan laga tanpa kalah, termasuk empat kemenangan terakhir secara beruntun. Ia menegaskan bahwa targetnya tetap sama, yaitu memenangi semifinal, tanpa perlu insentif ekstra berupa nama lawan.

Gray dan Kesempatan Menjawab Tekanan di Hampden

Bagi Gray, laga di Hampden menjadi momen yang sudah lama dinantikannya. Ini akan menjadi semifinal pertamanya sebagai head coach Hibs, meski sebelumnya ia pernah menjadi caretaker saat timnya melaju ke final pada Desember 2021 dan kalah dari Celtic besutan Ange Postecoglou. Ia mengakui bahwa capaian tersebut terasa menghindar dari dirinya selama dua musim terakhir, dan kini ia punya kesempatan untuk membalik keadaan.

Kemenangan 3-0 atas Ross County di babak sebelumnya datang di waktu yang tepat. Sebelumnya, tekanan terhadap Gray mulai meningkat setelah Hibs hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan, termasuk tersingkir dari Conference League dan kalah di derby melawan Hearts. Hasil itu menjadi dorongan moral yang penting bagi timnya, terutama karena Hibs juga menghindari potensi kejutan dari tim kuda hitam yang tampil sebagai favorit di League 1 tersebut.

Gray membayangkan atmosfer Hampden yang akan terisi penuh saat derby Edinburgh bergulir. Ia menilai siapa pun lawan yang didapat di semifinal, keempat tim yang tersisa selalu menjanjikan pertandingan dengan suasana luar biasa. Namun, fakta bahwa yang dihadapi adalah rival sekota membuat laga ini terasa lebih istimewa dan berbeda dibanding pertemuan biasa.

Rekam Jejak Pertemuan dan Trofi Kedua Klub

Duel di Hampden nanti akan menjadi derby Edinburgh pertama di stadion tersebut sejak 2022, ketika Hearts menang 2-1 atas Hibs di semifinal Piala Skotlandia. Di ajang Piala Liga, Hearts memimpin rekor pertemuan dengan keunggulan 5-1 atas Hibs. Menariknya, ini adalah pertama kalinya kedua klub bertemu di babak semifinal Piala Liga sepanjang sejarah kompetisi.

Catatan trofi kedua tim juga memberi gambaran tersendiri. Hearts terakhir kali mengangkat Piala Liga pada 1962, saat mereka menjuarainya untuk keempat kalinya. Sejak itu, mereka sempat dua kali melangkah ke final, tetapi tidak pernah lagi sejak 2013. Sementara Hibs harus dua kali menelan kekalahan di final setelah terakhir kali menjuarai kompetisi ini untuk ketiga kalinya pada 2007.

Bagi kedua klub, ini juga menjadi semifinal Piala Liga pertama sejak November 2023. Ketika itu, Hibs kalah dari Aberdeen dan Hearts dikalahkan Rangers, sehingga keduanya sama-sama gagal melangkah lebih jauh. Situasi tersebut membuat persaingan di semifinal kali ini terasa lebih terbuka bagi kedua pihak.

Peluang di Final Desember dan Peta Persaingan

Tersingkirnya Celtic di tangan rival sekota mereka, Rangers, disebut-sebut membuat peluang juara menjadi lebih terbuka. Rangers sendiri akan menghadapi Aberdeen di semifinal lainnya, sementara pemenang partai Hibs kontra Hearts akan menghadapi salah satu dari mereka di final pada Desember nanti. Namun, Vrancken menolak membaca situasi itu sebagai keuntungan besar bagi timnya.

Ia menegaskan bahwa dalam kompetisi piala mana pun, baik itu Piala Skotlandia maupun Piala Belgia, setiap tim punya peluang menang bergantung pada performa di hari pertandingan. Pandangan itu sejalan dengan sikapnya yang enggan terburu-buru membicarakan final. Fokusnya tetap tertuju pada laga-laga yang harus dijalani lebih dulu, termasuk pertandingan liga melawan Falkirk.

Modal menjelang semifinal juga terbilang positif bagi kedua tim. Hearts mengalahkan pemuncak Championship, Stenhousemuir, dengan skor 3-0 pada Jumat, sedangkan Hibs menaklukkan favorit League 1, Ross County, dengan skor yang sama keesokan harinya. Sementara itu, Hibs masih harus menjamu Kilmarnock di kompetisi liga pada Selasa sebelum benar-benar mengalihkan perhatian ke Hampden.

Penutup

Derby Edinburgh di semifinal Piala Liga menghadirkan kombinasi yang jarang terjadi: rivalitas sekota, panggung Hampden yang penuh, dan tiket final Desember sebagai hadiahnya. Perbedaan sikap antara Gray yang antusias dan Vrancken yang pragmatis justru menambah daya tarik tersendiri bagi laga ini. Bagi Hibs, ini kesempatan membalik catatan buruk sekaligus membalas kekalahan derby bulan ini, sedangkan bagi Hearts, ini peluang mengakhiri penantian panjang trofi Piala Liga.

Apa pun hasilnya, pertandingan pada akhir Oktober nanti dipastikan menjadi salah satu laga paling dinantikan musim ini. Kedua pelatih punya alasan kuat untuk menang, dan hanya performa di hari pertandingan yang akan menentukan siapa yang berhak melaju ke final.