Perilaku Suporter Inggris di Piala Dunia 2026 Dipuji Polisi AS

Pujian untuk Suporter Inggris di Piala Dunia 2026

Perilaku suporter Inggris selama fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat mendapat pujian tinggi dari kepolisian setempat. Kepolisian menilai para penggemar Tim Tiga Singa menunjukkan sikap yang sangat baik tanpa ada laporan kekerasan atau kerusuhan berarti.

UK Football Policing Unit (UKFPU) melaporkan bahwa tidak ada satu pun insiden kekerasan atau gangguan yang melibatkan suporter Inggris di Amerika. Dari lima penangkapan yang dilakukan, hanya dua yang terjadi saat pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung. Sisanya adalah kasus di luar venue pertandingan.

Selain suporter Inggris, perilaku penggemar Skotlandia di Amerika Serikat juga mendapat apresiasi serupa meskipun data mereka tidak termasuk dalam laporan resmi UKFPU. Kepala UKFPU, Chief Constable Mark Roberts, menyatakan bahwa reputasi positif suporter Inggris di turnamen-turnamen sebelumnya terus berlanjut.

Angka Insiden di Dalam Negeri Justru Meningkat

Meskipun perilaku suporter Inggris di luar negeri patut diacungi jempol, situasi di Inggris dan Wales justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sebanyak 463 insiden terkait sepak bola tercatat terjadi di dalam negeri — jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Euro 2024 (304 insiden) dan Piala Dunia 2022 (291 insiden).

Dari total insiden tersebut, 162 terjadi di tempat berlisensi seperti pub atau bar, sementara 109 kasus diklasifikasikan sebagai insiden rumah tangga yang sering melibatkan anggota keluarga berusia di atas 16 tahun. Angka penangkapan juga melonjak menjadi 88 orang, naik dari 66 pada Euro 2024 dan 56 pada Piala Dunia 2022.

Sebagian besar penangkapan terkait sepak bola di Inggris terjadi berdasarkan Undang-Undang Ketertiban Umum (Public Order Act), yang mencakup berbagai perilaku anti-sosial seperti makian, teriakan, intimidasi, dan kekerasan.

Penegakan Hukum dan Larangan Perjalanan

Kelima suporter Inggris yang ditangkap di Amerika Serikat telah dibebaskan oleh otoritas setempat dan kasus mereka dirujuk kembali ke UKFPU untuk tindak lanjut. Sementara itu, sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, sebanyak 1.958 suporter yang memiliki larangan tampil di pertandingan sepak bola (football banning order) diminta menyerahkan paspor mereka untuk mencegah perjalanan ke turnamen.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif yang ketat untuk memastikan bahwa hanya suporter dengan rekam jejak baik yang bisa mendukung timnas langsung di stadion. Kepolisian menekankan bahwa mereka mempolisi penggemar berdasarkan perilaku aktual, bukan reputasi lama yang sudah tidak relevan.

Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan bahwa meskipun suporter Inggris berperilaku baik di luar negeri, tantangan domestik terkait perilaku penggemar sepak bola masih perlu menjadi perhatian serius bagi otoritas sepak bola dan kepolisian di Inggris.