Haaland Diragukan, Man City Cari Opsi Lawan AEK Athena

Manchester City berpotensi tampil tanpa Erling Haaland saat menjamu AEK Athena pada laga Liga Champions, Selasa. Penyerang asal Norwegia itu mengalami benturan keras di bagian kaki ketika membela City pada akhir pekan, dan kondisi Haaland kini diragukan untuk laga kandang di Etihad Stadium tersebut.

Keraguan ini datang di momen yang kurang menguntungkan. Haaland baru saja menjadi bintang dalam kemenangan 3-2 atas Ipswich Town dengan dua gol, sementara City sedang berusaha bangkit di Eropa setelah kalah 4-2 dari Paris Saint-Germain pekan lalu. Persoalan bertambah karena Man City juga kehilangan Antoine Semenyo akibat cedera lutut, sehingga opsi di lini depan menjadi jauh lebih sempit bagi pelatih Enzo Maresca.

Benturan di Kaki Bikin Haaland Diragukan Tampil

Haaland menjadi sorotan usai laga melawan Ipswich. Ia tidak terlihat di sesi latihan yang dibuka untuk media pada Senin, dan Maresca menyatakan bahwa kondisi pemain berusia 26 tahun itu akan dievaluasi setelah sesi latihan tersebut. Meski begitu, pelatih asal Italia itu tetap membuka peluang Haaland bisa tersedia untuk pertandingan melawan AEK Athena.

Maresca menegaskan bahwa mengganti Haaland bukan perkara mudah, tetapi ia menyebut timnya masih punya beberapa alternatif yang bisa disesuaikan dengan rencana permainan. Menurutnya, selama Haaland ada dan dalam kondisi siap, tidak ada alasan untuk memikirkan opsi nomor sembilan lain. Baru jika terjadi sesuatu pada Haaland, atau jika skema yang berbeda memang dibutuhkan, ia akan mempertimbangkan jalan lain.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Man City tidak ingin terburu-buru mengubah pendekatan. Namun absennya Haaland di sesi latihan terbuka menjadi indikasi awal bahwa tim harus menyiapkan skenario tanpa sang striker utama pada laga Liga Champions nanti.

Semenyo Absen Delapan Pekan, Pilihan City Semakin Menipis

Masalah lini depan Man City tidak berhenti pada kondisi Haaland. Semenyo dipastikan menepi sekitar delapan pekan akibat cedera lutut kiri yang ia alami saat melawan Ipswich. Pemain asal Ghana itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-77, tetapi terlihat tertatih-tatih menuju terowongan saat laga berakhir.

Maresca mengakui bahwa dirinya sempat mengira cedera tersebut jauh lebih serius. Setelah hasil pemindaian pada Minggu, tim medis merasa lebih tenang karena cederanya bukan masalah otot, melainkan cedera di bagian penyangga lutut. Dengan perkiraan delapan pekan, Semenyo berpotensi melewatkan hingga 13 pertandingan.

Sepanjang musim ini, Semenyo sudah tampil 10 kali di semua kompetisi dengan catatan dua gol dan tiga assist. Maresca menyebut kehilangan pemain seperti Semenyo selalu merugikan tim, tetapi ia juga melihat sisi positifnya: ketika sang pemain kembali sekitar Desember nanti, City akan mendapatkan sosok dengan energi baru. Di sisi sayap kiri, Jeremy Doku yang menjadi starter melawan Ipswich diperkirakan tetap mengisi posisi tersebut selama Semenyo absen.

Foden hingga Ndiaye Masuk dalam Pertimbangan

Dengan Haaland yang belum pasti tersedia dan Semenyo yang harus menepi, Maresca perlu mencari solusi di posisi ujung tombak. Salah satu nama yang ia sebut adalah Phil Foden. Gelandang serang itu baru saja mengakhiri paceklik golnya dengan mencetak gol Premier League pertamanya sejak Desember, dan Maresca menilai Foden bisa menjadi salah satu jawaban.

Menurut Maresca, Foden pernah dimainkan di posisi tersebut pada masa lalu sehingga opsi itu masih terbuka. Namun ia kembali menegaskan bahwa selama Haaland tersedia, posisi nomor sembilan tetap milik penyerang Norwegia itu. Fleksibilitas Foden menjadi penting karena ia bisa berperan sebagai false nine tanpa harus mengubah total struktur permainan City.

Nama lain yang bisa dipertimbangkan adalah Iliman Ndiaye, rekrutan musim panas ini. Pemain timnas Senegal tersebut cukup sering dipasang sebagai striker ketika Sheffield United promosi pada musim 2022-23, dan ia menyumbang 14 gol dalam proses kembalinya klub itu ke Premier League. Sementara itu, Rayan Cherki juga pernah disebut cocok mengisi peran false nine, dan ia sempat mencetak gol saat dimainkan di posisi itu dalam kemenangan 2-0 atas Brentford di perempat final Carabao Cup.

Beban Haaland dan Minimnya Pelapis Alami

Ketergantungan Man City pada Haaland bukan hal baru. Musim ini ia mencetak gol dalam enam pertandingan liga berturut-turut, membantu City memuncaki klasemen dengan tujuh kemenangan dari tujuh laga pembuka. Melawan Ipswich, ia bahkan menorehkan gol non-penalty ke-100 di Premier League dengan jumlah penampilan paling sedikit dibandingkan pemain mana pun yang mencapai pencapaian serupa.

Di balik rekor tersebut, ada persoalan struktural yang mengintai. Pemain yang berstatus pelapis Haaland kerap kesulitan mendapatkan menit bermain, seperti yang dialami Julian Alvarez dan Omar Marmoush. Karena itu, keputusan melepas Divin Mubama ke klub Championship, Southampton, dengan status pinjaman pada musim panas sempat dianggap mengejutkan karena meninggalkan City tanpa pengganti alami di posisi striker.

Kondisi ini membuat setiap gangguan kebugaran pada Haaland langsung berdampak besar. Man City tidak hanya kehilangan sosok pencetak gol, tetapi juga titik tumpu permainan yang membuat pola serangan tim berjalan sesuai rencana. Dalam jadwal padat Liga Champions dan liga domestik, kebutuhan akan rotasi semakin sulit dipenuhi tanpa risiko menurunkan kualitas lini depan.

Apa Artinya untuk Laga Melawan AEK Athena

Bagi Man City, pertandingan melawan AEK Athena bukan sekadar laga biasa. Kekalahan dari PSG pekan lalu membuat tim perlu segera mengumpulkan poin agar posisi mereka di kompetisi Eropa tidak semakin rumit. Kehadiran Haaland akan sangat menentukan, karena tanpa dirinya, Maresca harus memilih antara mempertahankan pola dengan false nine atau mengubah pendekatan menjadi lebih kolektif di area penalti.

Pilihan tersebut membawa konsekuensi masing-masing. Memainkan Foden atau Cherki sebagai false nine bisa menjaga penguasaan bola dan mobilitas, tetapi City kehilangan target man yang biasa menjadi tujuan umpan silang. Sebaliknya, menurunkan Ndiaye sebagai penyerang murni memberi kehadiran fisik di kotak penalti, meski dengan pengalaman yang lebih terbatas di level tertinggi.

Keputusan akhir kemungkinan besar baru diambil setelah tim medis menuntaskan penilaian terhadap Haaland. Jika ia dinyatakan siap, Man City bisa kembali bermain dengan formula yang sudah terbukti. Jika tidak, laga melawan AEK Athena akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad yang selama ini dianggap menjadi salah satu kekuatan utama City.

Keraguan atas kondisi Haaland dan absennya Semenyo menempatkan Man City pada situasi yang menuntut solusi cepat. Maresca masih memiliki beberapa opsi, mulai dari Foden sebagai false nine hingga Ndiaye sebagai penyerang murni, tetapi semuanya membawa risiko tersendiri. Yang jelas, laga melawan AEK Athena akan memperlihatkan seberapa siap City bermain tanpa sosok yang selama ini menjadi ujung tombak utama mereka.

Jika Haaland lolos penilaian kebugaran, persoalan itu langsung menguap. Namun jika tidak, keputusan Maresca di lini depan akan menjadi salah satu hal paling menarik untuk dicermati pada pertandingan Selasa nanti.