Bek kiri Manchester United menjadi sorotan utama jelang penutupan bursa transfer musim panas ini. Setelah sukses mendatangkan Carlos Baleba untuk melengkapi lini tengah, posisi tersebut kini disebut-sebut sebagai prioritas berikutnya yang perlu diperkuat. Lantas, akankah Michael Carrick benar-benar mendapatkan tambahan amunisi di sektor itu?
Kepastian Baleba bergabung membuat total belanja Manchester United untuk lini tengah mencapai 155 juta poundsterling pada musim panas ini. Angka tersebut merupakan bentuk keseriusan klub dalam merespons kegagalan lolos ke Liga Champions selama dua musim beruntun, yang menjadikan sektor tengah sebagai prioritas utama perbaikan. Kini, setelah lini tengah dianggap beres, wajar jika suporter mulai mengalihkan perhatian ke pos bek kiri yang masih terlihat rapuh.
Baleba Lengkapi Revolusi Lini Tengah Manchester United
Carlos Baleba resmi bergabung dari Brighton dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 70 juta poundsterling. Ia datang bersama Andrey Santos yang diboyong dari Chelsea seharga 48 juta poundsterling, serta Youri Tielemans yang direkrut dari Aston Villa dengan banderol 35 juta poundsterling. Dengan tambahan ketiga pemain tersebut, United kini memiliki empat gelandang dengan karakteristik berbeda, tiga di antaranya masih berusia 22 tahun ke bawah bersama Kobbie Mainoo.
Meski lini tengah sudah rampung, tekanan di Manchester United tidak pernah surut. Satu hasil buruk saja sudah cukup untuk memicu kritik tajam, seperti yang terjadi setelah kekalahan mengejutkan dari Hull City. Michael Carrick bahkan sempat terpancing dalam adu argumen dengan mantan penyerang Middlesbrough, Jan Aage Fjortoft, yang kini menjadi presenter TV Viaplay, setelah Fjortoft menilai para pemain United kurang menunjukkan semangat juang.
“Ayolah, itu tidak masuk akal,” jawab Carrick kala itu. “Kamu pernah bermain sepak bola. Kamu pasti paham. Itu pernyataan yang konyol.” Respons ini menunjukkan betapa cepatnya atmosfer di sekitar klub berubah, meski manajemen tengah berusaha membangun skuad yang lebih seimbang untuk musim ini.
Luke Shaw: Andalan yang Rentan Cedera
Kebutuhan akan tambahan bek kiri sebenarnya sudah terlihat jelas sejak lama. Luke Shaw memang tampil penuh di 38 pertandingan Premier League musim lalu dan menjadi starter saat melawan Hull, tetapi catatan kebugarannya sebelum periode itu jauh dari ideal. Dari 44 laga liga terakhir United, pemain timnas Inggris berusia 31 tahun itu hanya absen sekali, yakni di laga pamungkas musim 2024-25, empat hari setelah kekalahan di final Liga Europa dari Tottenham.
Namun, sebelum musim lalu, riwayat cedera Shaw sangat memprihatinkan. Antara Februari 2024 hingga April 2025, ia hanya tampil tiga kali untuk Inggris dan jumlah yang sama untuk klubnya. Ia bahkan absen tiga bulan pada awal musim 2023-24 akibat masalah betis dan hamstring, dan ada anggapan bahwa Erik ten Hag terlalu cepat memaksanya kembali ke lapangan.
Musim lalu, Shaw diuntungkan oleh jadwal yang relatif longgar dengan 40 pertandingan. Ia punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri, biasanya hanya bermain sekali dalam sepekan, bahkan kadang tidak bermain sama sekali. Kondisi seperti itu tidak akan terulang, karena jika United lolos dua putaran Piala EFL, mereka hampir tidak punya pekan bebas tanpa laga di tengah pekan, kecuali saat jeda internasional, hingga pekan yang mencakup Hari Natal.
Lewis Hall Jadi Target Utama, Tapi Newcastle Ogah Melepas
Nama Lewis Hall disebut-sebut sebagai target utama Manchester United untuk pos bek kiri. Bek Newcastle United berusia 21 tahun itu dinilai punya profil yang tepat, baik dari segi usia maupun kemampuan, untuk menantang posisi Shaw sekaligus berbagi menit bermain di tengah padatnya jadwal. Dengan banyaknya pertandingan yang menanti, kedua pemain seharusnya tetap bisa mendapatkan kesempatan tampil secara bergantian.
Sayangnya, Newcastle tidak berniat melepas Hall. Dibutuhkan tawaran yang sangat besar untuk mengubah pikiran mereka, sementara para pengambil keputusan di Manchester United sudah berkali-kali membuktikan musim panas ini bahwa mereka tidak mau disandera atau membayar lebih untuk pemain. Lalu, berapa pun dana yang tersedia untuk belanja pemain juga masih menjadi pertanyaan besar.
Dalam laporan keuangan kuartal ketiga yang dipublikasikan hingga 31 Maret, United mengakui memiliki utang biaya transfer yang belum dibayar sebesar 405,75 juta poundsterling, dengan 171,14 juta poundsterling di antaranya jatuh tempo lebih dari satu tahun. Klub juga belum menjelaskan penggunaan dana tambahan 125 juta dolar AS atau sekitar 91,64 juta poundsterling yang dipinjam dalam skema pembiayaan ulang yang diumumkan pada Juni lalu. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa setiap pengeluaran harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati.
Nilai 70 juta poundsterling untuk Baleba sendiri disebut-sebut berada di batas atas kesediaan United membayar. Angka itu sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk Casemiro pada 2022, dan hanya kalah dari rekor klub sebesar 89 juta poundsterling untuk Paul Pogba. Artinya, ruang gerak keuangan United untuk mendatangkan bek kiri baru cukup terbatas.
Alternatif Bek Kiri Manchester United: Salinas, Balde, dan Opsi Internal
Sejumlah nama alternatif pun mulai dikaitkan dengan Manchester United. Racing Santander memiliki Jorge Salinas, bek berusia 19 tahun dengan klausul rilis 16 juta euro atau sekitar 13,7 juta poundsterling, tetapi ia juga diincar Atletico Madrid. Ada pula Alejandro Balde dari Barcelona, yang sengaja diistirahatkan oleh Hansi Flick pada kemenangan 5-0 atas Elche agar bisa “menjernihkan pikirannya” di tengah spekulasi transfer yang santer.
Barcelona dikabarkan membanderol pemain timnas Spanyol berusia 22 tahun itu antara 30 juta euro hingga 40 juta euro, atau setara 25,66 juta hingga 34,22 juta poundsterling. Dengan waktu sekitar sepekan sebelum bursa transfer ditutup, situasi disebut-sebut masih cair dan bisa berubah kapan saja. Kendati demikian, pihak United justru berusaha meredam ekspektasi soal kepastian datangnya bek kiri baru.
Carrick sebenarnya masih punya opsi internal tanpa perlu membeli pemain. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui pernah bertukar posisi sebagai bek sayap, sementara Baleba yang berkaki kiri juga sempat bermain sebagai full-back saat masih di Brighton. Harry Amass, bek muda 19 tahun yang menjadi pelapis Shaw pada pramusim, juga masih berstatus pemain United, meski ia tidak masuk skuad saat melawan Hull dan dikabarkan akan hengkang, baik permanen maupun dengan status pinjaman.
Penjualan Pemain Bisa Mengubah Dinamika Bursa
Penjualan pemain bisa menjadi kunci yang mengubah segalanya di bursa transfer. Namun, kepergian Marcus Rashford praktis sudah mustahil setelah dipastikan ia akan mengenakan jersey nomor sembilan musim ini. Sementara itu, rencana melepas Manuel Ugarte juga batal setelah pemain asal Uruguay itu mengalami cedera saat membela tim nasionalnya di Piala Dunia.
Joshua Zirkzee tampaknya menjadi pemain senior yang paling mungkin dilepas untuk menambah dana segar. Akan tetapi, ada keraguan soal kondisi Amad Diallo yang dikabarkan bisa absen hingga enam pekan, dan klub memilih tidak memberikan klarifikasi resmi soal tingkat cedera pemain asal Pantai Gading tersebut. Ketidakpastian ini membuat minat klub-klub Serie A terhadap Zirkzee belum tentu berujung pada penjualan.
Jika tidak ada penjualan besar, sulit membayangkan United kembali mengeluarkan dana untuk bek kiri baru sebelum bursa ditutup. Namun, mayoritas pengamat masih meyakini akan ada satu bek kiri anyar yang masuk skuad Carrick. Hanya saja, kepastian itu sama sekali belum ada, mengingat bursa transfer masih menyimpan banyak kejutan.
Kesimpulan
Singkatnya, Manchester United sudah merampungkan prioritas utama di lini tengah dengan mendatangkan Baleba, Santos, dan Tielemans. Kini fokus perhatian bergeser ke pos bek kiri, tetapi keterbatasan finansial dan keengganan Newcastle melepas Lewis Hall membuat langkah ini tidak mudah. Ada sejumlah alternatif seperti Jorge Salinas dan Alejandro Balde, plus opsi internal yang bisa dimaksimalkan Carrick.
Dengan bursa transfer yang akan ditutup pada 1 September, keputusan akhir tetap ada di tangan manajemen. Apakah mereka berani mengeluarkan dana lagi atau memaksimalkan pemain yang sudah ada? Satu hal yang pasti: tekanan di Manchester United tidak akan pernah hilang, apa pun keputusan yang diambil.
