Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) kini tengah mencari pelatih Skotlandia pengganti Steve Clarke setelah kejutan pengunduran dirinya usai kegagalan di babak kualifikasi Piala Dunia. Nama-nama besar seperti David Moyes dan Ange Postecoglou langsung menjadi favorit penggemar di media sosial. Namun, di balik antusiasme itu, ada realitas pahit yang sulit diabaikan: seberapa realistis SFA bisa mendatangkan pelatih sekaliber mereka?
Gaji Premier League Jadi Tembok Besar
Jika hanya bicara soal anggaran, SFA hampir pasti kalah telak. Clarke dilaporkan menerima gaji sekitar £500.000 per tahun saat Euro 2024 — angka yang tentu naik setelah ia meneken kontrak baru sebulan lalu. Tapi nominal itu masih jauh di bawah standar Premier League. Moyes, misalnya, tengah memasuki tahun terakhir kontrak bernilai jutaan pound di Everton. Sementara Postecoglou, yang sempat menganggur, sebelumnya digaji £5 juta per tahun oleh Tottenham dan £3 juta oleh Nottingham Forest.
Bahkan mantan striker Skotlandia, Kris Boyd, dengan tegas menyatakan di Sky Sports: “Kami tidak bodoh. Premier League membayar sangat tinggi. Suatu hari nanti Moyes pasti akan melatih Skotlandia, tapi untuk sekarang dia pelatih Everton dengan gaji besar. SFA tidak bisa bersaing dengan itu.”
David Moyes: Masih Jauh dari Waktu yang Tepat
Moyes, yang kini berusia 63 tahun, pernah menyatakan ketertarikannya melatih timnas pada 2021. “Pada waktu yang tepat, jika cocok untuk saya dan Skotlandia, itu bisa jadi pertimbangan,” ujarnya kepada BBC Sportsound kala masih menukangi West Ham. Saat itu ia membawa The Hammers finis keenam di Premier League dan menjuarai Conference League. Tak diragukan lagi, Moyes adalah pelatih level Premier League dengan segudang pengalaman.
Namun, waktu yang ia maksud lima tahun lalu tampaknya masih belum tiba. Faktor finansial memang jadi penghalang utama, tapi juga soal ambisi. Moyes masih aktif membangun stabilitas Everton — yang finis 13 dua musim beruntun sejak ia kembali — dan sulit meninggalkan proyek itu demi kursi pelatih Skotlandia yang gajinya jauh di bawah. Dengan kata lain, meski namanya selalu muncul, merekrut Moyes sekarang masih sekadar mimpi.
Ange Postecoglou: Kandidat Ideal yang Terlalu Mahal
Berbeda dengan Moyes, Postecoglou saat ini menganggur setelah dipecat Nottingham Forest hanya 39 hari setelah diangkat. Sebelumnya ia juga dipecat Tottenham, meski berhasil membawa Spurs juara Europa League — trofi pertama klub dalam 17 tahun. Gaya sepak bola menekan dan ofensif ala Postecoglou sangat populer di kalangan suporter Skotlandia, terutama karena ia pernah berjaya bersama Celtic dengan rentetan trofi.
Ditambah pengalaman menangani Australia (2013-2017) yang membawa mereka ke Piala Dunia 2014 dan juara Piala Asia 2015, Postecoglou memenuhi hampir semua kriteria ideal seorang pelatih Skotlandia. Namun, angka menjadi ganjalan. Gaji besarnya di Spurs dan Forest membuat SFA tak mungkin mendekati tawaran itu. Lagipula, meski sedang menganggur, Postecoglou mungkin masih menunggu tawaran klub elite Eropa daripada melatih tim nasional yang secara finansial terbatas.
Kesimpulan: Standar Naik, Tapi Kantong Tetap Sempit
Steve Clarke sendiri direkrut dari Kilmarnock — sebuah klub domestik — dan terbukti menjadi pilihan tepat dengan membawa Skotlandia ke tiga turnamen besar. Namun setelah pencapaian itu, ekspektasi penggemar melonjak. Nama Moyes dan Postecoglou muncul sebagai simbol ambisi besar. Kenyataannya, SFA mungkin harus kembali memutar otak: mencari pelatih yang lebih realistis secara gaji, atau berani berinvestasi besar dengan sponsor tambahan.
Waktu akan menjawab sejauh mana SFA bersedia melangkah. Satu hal yang pasti: panggilan penggemar untuk merekrut pelatih Skotlandia sekelas Moyes atau Postecoglou berbenturan keras dengan realitas keuangan yang tak seimbang.
