Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, mengaku akan “benar-benar khawatir” bila pemilik Manchester City memutuskan menjual klub menyusul vonis bersalah dalam kasus pelanggaran aturan keuangan Manchester City. Menurutnya, kepergian pemilik saat ini akan menjadi pukulan besar bagi kota yang selama bertahun-tahun menikmati limpahan investasi mereka. Pernyataan itu ia sampaikan kepada BBC pada Rabu, di tengah guncangan luas di dunia sepak bola atas skala temuan komisi independen.
Komisi independen memutuskan Manchester City terbukti bersalah pada mayoritas dari 115 dakwaan yang dihadapinya, dan klub diperkirakan akan mengajukan banding. Manchester City tetap membantah seluruh tuduhan dan punya waktu sampai 2 Oktober untuk mengajukan banding. Burnham sendiri menyebut situasi ini masih “dibantah oleh Manchester City”, sekaligus memuji pemilik klub sejak 2008 yang dipimpin Sheikh Mansour, wakil perdana menteri Uni Emirat Arab sekaligus anggota keluarga kerajaan, atas investasinya di Manchester.
Temuan Komisi Independen soal Pelanggaran Aturan Keuangan Manchester City
Dalam putusannya, panel independen menemukan bahwa Manchester City menyusun “kontrak palsu” atau sham contracts dengan sejumlah mitra komersial. Skema tersebut disebut menjadi bagian dari upaya menyamarkan pendanaan rahasia yang nilainya lebih dari £830 juta. Temuan inilah yang kemudian menjadi salah satu poin paling mengejutkan dari rangkaian dakwaan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Premier League menilai Manchester City “secara sistematis melanggar Aturan Premier League selama hampir satu dekade”. Nada pernyataan liga tergolong keras dan ikut membentuk opini publik mengenai beratnya pelanggaran yang dituduhkan. Sejumlah pengamat menilai ketegasan pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa kasus ini tidak akan berujung pada hukuman yang ringan.
Hingga kini, panel independen belum menetapkan sanksi apa pun terhadap klub. Sidang untuk menentukan hukuman baru akan digelar, dan proses persiapannya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Karena itu, baik klub maupun liga sama-sama berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
Kronologi dan Proses Banding Manchester City
Kepemilikan Manchester City berada di tangan Sheikh Mansour dan kelompok pemodal asal Uni Emirat Arab sejak 2008. Sejak saat itu, klub tumbuh menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris maupun Eropa, sejalan dengan besarnya dana yang disuntikkan ke skuad, stadion, dan fasilitas latihan. Investasi tersebut juga mengalir ke sejumlah proyek di kawasan sekitar Etihad Stadium.
Manchester City menyatakan sikap resminya melalui sebuah pernyataan: mereka “kecewa sekaligus terkejut dengan opini Komisi Premier League” dan tetap mempertahankan bahwa klub tidak bersalah atas semua tuduhan. Klub masih memiliki ruang hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding. Banding itu tidak hanya menyangkut vonis bersalah, tetapi juga berpeluang mencakup sanksi yang nantinya dijatuhkan.
Kombinasi kedua hal tersebut membuat situasi menjadi rumit. Selama proses banding berjalan, status klub dan kompetisi bisa berada dalam kondisi serba tidak pasti. Ketidakjelasan ini berpotensi memengaruhi perencanaan klub, posisi liga, hingga persepsi publik terhadap kredibilitas aturan keuangan Premier League.
Dampak bagi Klub, Kota Manchester, dan Masa Depan Kepemilikan
Ketika ditanya oleh editor politik BBC, Chris Mason, apakah ia khawatir pemilik Manchester City akan menjual klub, Burnham menjawab: “Saya akan benar-benar khawatir kehilangan mereka.” Ia menambahkan bahwa para pemilik “telah menjadi mitra yang sangat besar dalam pembangunan Manchester modern dan jelas dalam membangun Manchester City menjadi kekuatan global seperti sekarang”. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kekhawatirannya tidak semata soal sepak bola, tetapi juga soal dampak ekonomi dan citra kota.
Burnham juga secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada City Football Group dan pemilik yang lebih luas. Menurutnya, dana yang mereka tanamkan tidak hanya masuk ke Etihad Stadium dan kawasan di sekitarnya, tetapi juga ke kota Manchester secara keseluruhan. Ia pun menyatakan “tentu saja” yakin bahwa interaksinya dengan pemilik City semasa menjabat wali kota akan lolos dari pengujian publik.
Besaran hukuman yang mungkin dijatuhkan turut menjadi sorotan. Panel independen bisa menjatuhkan denda sangat besar, pengurangan poin, pengeluaran dari Premier League, hingga pencabutan delapan trofi yang diraih klub pada periode yang terdampak. Sebagian penggemar dan pengamat mempertanyakan bagaimana pemilik klub bisa tetap bertahan jika pelanggaran memang dilakukan secara sengaja selama sembilan tahun.
Regulator Independen dan Wacana Pencabutan Lisensi
Kasus ini juga menarik perhatian Regulator Sepak Bola Independen yang dibentuk pemerintah pada 2025. Lembaga tersebut menilai perkara Manchester City telah memunculkan “persoalan serius” bagi tata kelola sepak bola Inggris. Pernyataan ini menandakan bahwa dampak kasus tidak berhenti pada sanksi olahraga semata.
Regulator mengisyaratkan akan mengeksplorasi sejumlah opsi setelah proses disipliner selesai. Salah satu opsi yang disinggung adalah kemungkinan mencabut lisensi kepemilikan klub dari para pemiliknya saat ini. Wacana itu menambah lapisan tekanan baru di luar mekanisme yang dijalankan Premier League.
Jika opsi tersebut benar-benar ditempuh, peta kepemilikan Manchester City bisa berubah secara mendasar. Hal ini menjelaskan mengapa ucapan Burnham tentang potensi penjualan klub bukan sekadar spekulasi politik, melainkan respons terhadap rangkaian peristiwa yang sedang bergulir.
Paralel dengan Kasus Everton dan Konteks Liga yang Lebih Luas
Burnham berbicara kepada BBC dari Hill Dickinson Stadium, markas Everton, klub yang ia dukung. Everton pernah berhadapan dengan aturan keuangan Premier League ketika didakwa dan dijatuhi pengurangan 10 poin pada November 2023 akibat pelanggaran yang lebih ringan. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi enam poin setelah banding.
Mengacu pada pengalaman tersebut, Burnham mengingatkan pentingnya menahan diri sebelum menghakimi. “Saya ingat orang-orang menyatakan Everton bersalah saat itu, dan dengan melihat ke belakang, saya kira lebih banyak orang akan mengatakan cara penanganannya tidak adil,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa terlalu cepat memberikan penilaian adalah hal yang “mengesalkan”.
Meski mengakui ada “banyak hal yang dipertaruhkan” bagi penggemar City, klub, dan Kota Manchester, Burnham menegaskan bahwa ia tidak berada dalam posisi yang tepat untuk ikut campur. Ia menilai intervensi dari pihaknya justru akan menjadi langkah yang keliru. Sikap ini konsisten dengan pengalamannya saat membela Everton beberapa tahun sebelumnya.
Penutup
Kasus pelanggaran aturan keuangan Manchester City kini memasuki babak paling tidak pasti: vonis bersalah sudah dijatuhkan, tetapi sanksi belum ditetapkan dan banding masih terbuka hingga 2 Oktober. Di tengah situasi itu, Burnham memilih menekankan kontribusi pemilik klub terhadap pembangunan Manchester sekaligus mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menghakimi. Yang jelas, keputusan panel independen dan langkah Regulator Sepak Bola Independen akan menentukan arah klub, liga, dan mungkin pula masa depan kepemilikan Manchester City.
