Masa Depan Lionel Messi Usai Pensiun dari Timnas Argentina

Lionel Messi akan memainkan laga terakhirnya untuk timnas Argentina, dan pertandingan itu sekaligus menutup satu era emas bagi sepak bola negeri Tango. Pada penampilan ke-208 sekaligus laga perpisahannya, pemain dengan caps terbanyak dan pencetak gol terbanyak Argentina itu akan mengucapkan salam perpisahan secara emosional dalam laga persahabatan melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Bagi Argentina, ini bukan sekadar sebuah pertandingan uji coba. Ini adalah momen ketika sosok yang dianggap sebagai pemain terhebat dalam sejarah negara mereka menutup babak panjang bersama tim nasional, dan sekaligus titik awal bagi seorang Messi yang sudah menyiapkan peta jalan baru di luar lapangan. Masa depan Lionel Messi kini bergerak ke arah kepemilikan klub, ekspansi bisnis, dan pembinaan sepak bola usia muda.

Laga ke-208 dan Perpisahan di Monumental

Laga melawan Benin menjadi penampilan terakhir Messi setelah 208 kali membela Argentina. Angka itu menempatkannya sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah tim nasional Argentina, sekaligus pemegang rekor gol terbanyak untuk negaranya. Momen perpisahan ini diselenggarakan di Monumental, stadion yang menyimpan banyak kenangan besar bagi sepak bola Argentina.

Pada usia karier yang sudah sangat panjang, keputusan Messi untuk berhenti membela timnas terasa sebagai penutup alami dari sebuah perjalanan. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga simbol generasi yang mengubah cara Argentina dipandang di panggung dunia. Nama Diego Maradona disebut-sebut sebagai satu-satunya pesaing terdekat dalam perdebatan siapa pemain terhebat Argentina sepanjang masa.

Pertandingan perpisahan ini diprediksi berlangsung penuh emosi, baik bagi Messi maupun bagi para pendukung yang sudah bertahun-tahun mengikutinya. Sebuah karier internasional yang luar biasa akan berakhir tanpa gemuruh kompetisi resmi, melainkan dalam pesta persahabatan yang hangat di hadapan publik sendiri.

Kronologi Keputusan Pensiun dari Timnas

Messi mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional pada 31 Agustus, sekitar enam pekan setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia. Saat itu ia menyatakan tidak lagi punya tenaga yang bisa ia berikan untuk tim nasional. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusannya lahir dari kesadaran akan batas kemampuan diri sendiri, bukan karena konflik atau faktor di luar dirinya.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa pintu tim nasional tetap terbuka jika Messi berubah pikiran di kemudian hari. Menurut Scaloni, tidak ada hal memalukan dari seseorang yang mengubah keputusan, dan ia tidak akan menutup kemungkinan tersebut. Meski begitu, secara praktis babak itu terlihat sudah benar-benar tertutup, mengingat pernyataan resmi Messi sendiri.

Yang menarik, karier Messi di level klub justru belum berakhir. Kontraknya bersama Inter Miami berjalan hingga akhir musim 2028, meskipun isinya ditinjau setiap tahun. Orang-orang terdekatnya tidak memperkirakan ia akan meninggalkan klub sehari sebelum ia wajib melakukannya, dan bukan hal mustahil bila ia memperpanjang kontrak jika kondisi mental dan fisiknya masih mendukung.

Ketika ditanya tentang apa yang akan terjadi setelah itu, orang-orang di sekitarnya biasanya hanya tersenyum. Pasalnya, Messi dikenal jarang merencanakan jauh ke depan, lebih memilih fokus pada pertandingan berikutnya. Namun arah besar langkahnya setelah pensiun sudah mulai terlihat jelas di depan mata.

Rencana Menjadi Pemilik Klub Sepak Bola

Messi pernah menyukai gagasan menjadi direktur olahraga atau penasihat untuk presiden klub, peran yang membuatnya dekat dengan pengambilan keputusan tanpa harus terus bepergian dan menerima banyak telepon. Ketika baru-baru ini ditanya apakah ia lebih memilih menjadi pelatih atau pemilik klub, Messi memilih menjadi pemilik. Alasannya, seorang pelatih hidup dan mati pada setiap pertandingan akhir pekan dan harus memikirkan terlalu banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Sebagai pemilik klub, ia bisa membentuk arah sebuah tim dari posisi yang sedikit lebih jauh dari lapangan. Namun ia tidak ingin menjadi pemilik yang hanya menyetujui penunjukan pelatih lalu menyingkir. Ia ingin terlibat dalam banyak hal, dan fondasi untuk itu sudah mulai dibangun di Spanyol.

UE Cornella, klub kasta kelima di pinggiran Barcelona, menjadi tempat pembinaan pemain muda yang ia akuisisi pada April. Sementara itu, CD Eldense di divisi dua diumumkan sebagai klub miliknya pada 1 Oktober, menunggu otorisasi dari Dewan Olahraga Spanyol (CSD). Eldense akan menjadi klub yang memimpin operasi sepak bolanya, dan untuk musim ini targetnya adalah menghindari degradasi, sehingga mantan bos Villarreal, Javi Calleja, dipercaya menangani tim setelah kedatangan pemilik baru.

Kedua klub direncanakan dikelola oleh orang-orang yang ia percaya, yang akan menjadi penghubung antara Messi dan klub-klub tersebut sampai tiba waktunya ia bisa memberikan perhatian penuh. Untuk sementara, ia mengikuti setiap pertandingan Eldense dengan saksama melalui komputer, dan setelah Eldense mengalahkan Real Oviedo empat gol tanpa balas, pesan pertamanya sebagai pemilik adalah unggahan Instagram bertuliskan “Aupa Deportivo”.

Daya tarik namanya langsung terasa. Sekitar selusin sponsor mendekat dalam beberapa hari, sebagian di antaranya adalah merek yang sebelumnya menjalin pembicaraan dengan pemilik lama namun tidak pernah menutup kesepakatan, dan sebagian lagi sudah memiliki hubungan dengan Messi. Di Uruguay, ia dan Luis Suarez mendirikan Deportivo LSM pada Mei 2025, dan klub itu berhasil promosi ke kasta ketiga pada musim pertamanya.

Rencana membangun jaringan klub yang lebih luas sempat dibahas di awal, tetapi besarnya dana yang dibutuhkan untuk mengangkat klub-klub itu ke divisi lebih tinggi membuat gagasan tersebut cepat mendingin dan kini tidak lagi dibahas. Fokus Messi saat ini adalah melihat apakah Eldense bisa mapan di La Liga. Ada pula kaitan dengan Miami, karena sebagai bagian dari kontraknya bersama Inter Miami, ia akan menerima sejumlah saham klub ketika pensiun, meski memiliki waralaba sendiri bukan bagian dari rencananya.

Bagaimana dengan kemungkinan pulang ke Newell’s Old Boys, klub tempat ia bermain sebagai anak-anak di Rosario? Gagasan itu belum pernah dibahas secara formal. Bisa jadi hal itu pernah melintas di pikirannya saat menyeruput mate bersama Suarez, sama seperti kemungkinan kembali ke Barcelona atau berkarier di Napoli, klub milik Maradona. Namun orang-orang terdekat Messi tidak memperkirakan hal itu terjadi, karena semua rencananya dibangun di sekitar Eropa dan Miami, dengan rumah ideal bagi keluarganya sudah menanti di Castelldefels, dekat laut dan Barcelona.

Kerajaan Bisnis yang Terus Bertumbuh

Di luar lapangan, Messi telah membangun portofolio bisnis yang menjelaskan mengapa Forbes pada Juni menaksir kekayaan bersihnya sekitar 1,1 miliar dolar AS, dengan pendapatan sekitar 140 juta dolar AS sepanjang tahun sebelumnya yang terbagi antara sepak bola dan bisnis. Endorse paling dikenalnya adalah kesepakatan seumur hidup dengan Adidas yang ia tandatangani pada 2017. Bagian yang paling terlihat secara fisik adalah MiM Hotels, enam properti butik yang tersebar dari Ibiza hingga Andorra.

MiM Hotels dikelola Melia di bawah perjanjian sewa sejak 1 November 2025 dan beroperasi di dalam Melia Collection. Nama MiM sendiri berasal dari Messi dan grup hotel Majestic. Sementara itu di Rosario, perusahaan keluarganya berinvestasi pada Carrasco M, proyek perumahan berisi 24 rumah di tepi Sungai Parana, dengan agensi properti Ángel Di María yang menangani penjualannya.

Messi juga menjadi mitra dalam jaringan restoran El Club de la Milanesa yang berencana membuka lima cabang di Catalonia, dengan cabang pertama di Castelldefels. Ia pun memiliki koleksi mate bersama raksasa peralatan minum Stanley, yang menjadi kesepakatan multi-tahun pertama bagi merek tersebut dengan seorang atlet, dan Messi turut memberikan pendapat soal material serta warna produknya.

Sisi bisnis ini dimulai oleh ayahnya. Jorge Messi, yang meninggal pada Agustus di usia 68 tahun, mengurus urusan putranya sejak awal, dan sebagian nasihatnya di masa awal sempat membawa keluarga ke masalah dengan otoritas pajak di Spanyol. Perusahaan itu kemudian berkembang menjadi cabang-cabang untuk produksi televisi, pemasaran, media, dan kemitraan komersial, yang semuanya sudah mapan ketika kondisi kesehatan Jorge memburuk.

Messi mempercayakan pengelolaannya kepada orang-orang yang ia yakini, sebagian di antaranya telah bersamanya sejak awal karier di Barcelona. Proses penyaringan yang ketat membuat ia hanya ditawari dan memilih hal-hal yang membuatnya nyaman, sehingga tidak ada pihak yang bisa memaksakan sesuatu kepadanya. Di Miami pada November lalu, Messi berujar di America Business Forum: “Bisnis adalah sesuatu yang menarik bagi saya. Saya ingin terus belajar karena saya tidak tahu apa-apa dan saya baru memulai.”

Kecintaan pada Sepak Bola Usia Muda

Jika memiliki klub menjadi salah satu kecintaannya, sepak bola usia muda adalah kecintaan yang lain. Buktinya adalah kehadiran rutinnya di pertandingan anaknya serta keterlibatannya dalam Messi Cup. Newell’s Old Boys tetap dekat dengan dunianya karena klub itu menjadi salah satu dari enam belas akademi yang berpartisipasi di Messi Cup tahun ini.

Ia menaruh uang dan waktunya untuk turnamen bagi akademi kelompok umur U-16 yang dimulai pada 2025 dengan delapan tim. Tahun lalu, penyelenggara memperkirakan ia hanya akan datang ke satu atau dua pertandingan, mungkin hanya final, tetapi di luar dugaan semua orang, ia duduk menyaksikan setiap laga di setiap hari. Tahun ini jumlah tim berlipat menjadi 16 dan digelar mulai 25 Oktober di fasilitas Inter Miami, Florida, dengan peserta antara lain Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Arsenal, dan UE Cornella.

Portofolio bisnis yang telah disiapkan lingkaran terdekatnya tergolong mengesankan, sementara ia masih terus mencari target baru di dunia sepak bola untuk menjaga nyala semangatnya. Kombinasi antara kepemilikan klub, jaringan usaha, dan perhatian pada pembinaan muda menunjukkan bahwa Messi tidak benar-benar menjauh dari sepak bola. Ia hanya berpindah peran, dari pemain yang menentukan hasil di lapangan menjadi figur yang membentuk arah klub dan generasi berikutnya dari balik layar.

Penutup

Perpisahan Messi dengan timnas Argentina menutup salah satu babak paling gemilang dalam sejarah sepak bola negara itu, dengan 208 penampilan dan rekor gol yang sulit disamai. Namun keputusan itu bukan akhir dari perjalanannya, melainkan awal dari fase baru yang sudah ia siapkan sejak lama bersama orang-orang kepercayaannya.

Dari Inter Miami hingga UE Cornella dan Eldense, dari MiM Hotels hingga Messi Cup, langkah Messi ke depan tetap berpusat pada sepak bola dan bisnis yang tumbuh di sekitarnya. Satu babak memang selesai, tetapi pengaruh seorang Lionel Messi tampaknya masih akan terasa jauh setelah laga perpisahannya di Monumental usai.