Eva Olid Akan Jadi Manajer Tim Putri Manchester United

Eva Olid akan menjadi manajer baru tim putri Manchester United. Pelatih asal Spanyol berusia 40 tahun itu dijadwalkan bertemu dengan para pemain pada hari Rabu, sementara klub tengah memfinalisasi penunjukannya. Informasi ini dihimpun BBC Sport dari sumber internal yang dekat dengan proses tersebut.

Penunjukan ini menjadi respons cepat United setelah Marc Skinner hengkang melalui kesepakatan bersama pada Senin lalu. Kepergian Skinner terjadi kurang lebih sebulan sebelum musim Women’s Super League (WSL) yang baru dimulai. Dengan waktu yang mepet, United pun bergerak cepat mencari sosok pengganti yang tepat.

Manchester United Tunjuk Eva Olid sebagai Manajer Tim Putri

Berdasarkan laporan BBC Sport, Eva Olid akan menjadi penerus Marc Skinner di kursi manajer tim putri Manchester United. Klub disebut sedang merampungkan proses administrasi sebelum pengumuman resmi dilakukan. Rencananya, Olid langsung diperkenalkan kepada skuat pada Rabu ini agar proses transisi bisa segera dimulai.

Tim putri United sendiri akan mengawali musim baru WSL dengan laga tandang melawan London City Lionesses pada 4 September. Artinya, Olid hanya punya sedikit waktu untuk membangun kerja sama dengan para pemain. Situasi ini tentu menjadi ujian tersendiri bagi pelatih anyar tersebut di awal masa baktinya.

Rekam Jejak Eva Olid di Hearts

Eva Olid datang dengan rekam jejak yang solid dari sepak bola Skotlandia. Ia baru saja meninggalkan Hearts pada musim panas ini, setelah sebelumnya mengabdi sejak 2021. Selama di sana, ia sempat menandatangani perpanjangan kontrak hingga musim panas 2026 dengan opsi satu tahun tambahan, tetapi akhirnya hengkang lebih awal melalui kesepakatan bersama.

Pencapaian terbesar Olid bersama Hearts terjadi pada musim lalu. Ia mempersembahkan gelar liga pertama dalam sejarah klub setelah timnya finis dua poin di atas Rangers di klasemen akhir. Selain itu, Olid juga mengantarkan Hearts ke final domestik pertama mereka, meski kalah dari Rangers pada Piala Skotlandia 2024.

Catatan perjalanannya di Hearts tidak selalu konsisten. Pada dua musim sebelumnya, Hearts finis di posisi keempat sebelum turun ke peringkat kelima pada 2024-25. Kendati demikian, kemampuan Olid membawa tim juara di musim terakhirnya menunjukkan bahwa ia mampu membangun mentalitas pemenang dalam skuat yang diasuhnya.

Warisan Marc Skinner dan Syarat Pelatih Baru

Marc Skinner meninggalkan Manchester United setelah lima tahun memimpin tim putri. Selama periode tersebut, ia berhasil membawa United meraih trofi besar pertama lewat kemenangan di Piala FA Wanita 2024. Skinner juga mengantarkan timnya ke fase grup Liga Champions Wanita untuk pertama kalinya, meski harus puas sebagai runner-up di tiga final domestik.

Di akhir masa baktinya, Skinner sempat menyampaikan kekhawatiran mengenai minimnya investasi untuk skuat putri United. Manajemen klub pun disebut tengah mengubah pendekatan rekrutmen pada tahun ini dengan menargetkan pemain muda. Langkah ini diambil demi membangun kesuksesan jangka panjang yang berkelanjutan, bukan sekadar hasil cepat.

Menurut sumber internal klub, salah satu syarat utama pengganti Skinner adalah pelatih yang memiliki rekam jejak dalam mengembangkan pemain. Profil Eva Olid dinilai sejalan dengan kriteria tersebut berkat pengalamannya membina skuat di Hearts. Karena itu, keputusan menunjuk Olid bukan sekadar mengisi kekosongan, melainkan bagian dari arah strategis United ke depan.

Dampak dan Tantangan Menghadapi Musim WSL yang Baru

Kedatangan Eva Olid terjadi di tengah persiapan yang sangat singkat. United hanya memiliki waktu sekitar satu bulan sebelum laga perdana melawan London City Lionesses pada 4 September. Olid pun dituntut untuk segera mengenali karakter pemain, membangun taktik, dan menciptakan atmosfer positif di ruang ganti.

Penunjukan ini juga menjadi penanda perubahan pendekatan United di tim putri. Fokus pada pengembangan pemain muda mengindikasikan bahwa klub siap bersabar demi hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang. Para pendukung tentu menantikan apakah Olid bisa membawa warna permainan baru yang lebih berani dan kompetitif.

Tantangan yang dihadapi tidaklah mudah, terutama dengan tingkat persaingan WSL yang kian ketat. United perlu memastikan kedalaman skuatnya cukup untuk bersaing di setiap kompetisi. Kini, semua mata tertuju pada langkah pertama Olid bersama tim, yang akan menjadi penentu arah musim mereka.

Kesimpulan

Manchester United hampir dipastikan menunjuk Eva Olid sebagai manajer tim putri, menggantikan Marc Skinner yang hengkang pada awal pekan ini. Rekam jejak Olid di Hearts menunjukkan kapasitasnya dalam membina pemain sekaligus meraih gelar juara. Tantangan berikutnya adalah mengulang kesuksesan serupa di panggung WSL yang jauh lebih kompetitif.

Jika semua proses berjalan lancar, pengumuman resmi tinggal menunggu waktu. Sorotan publik kini mengarah pada bagaimana Olid mempersiapkan tim menghadapi laga pembuka melawan London City Lionesses. Era baru tim putri Manchester United pun resmi dimulai bersama Eva Olid.