Siapa yang Akan Menjadi Kiper Utama Inggris Setelah Era Pickford?
Sejak Piala Dunia 2018, Jordan Pickford menjadi tumpuan di bawah mistar Timnas Inggris. Kiper Everton itu telah mencatatkan 44 clean sheet dari 91 caps dan tampil di 33 turnamen besar, termasuk dua final Piala Eropa. Namun, saat Euro 2028 dimulai, Pickford akan berusia 34 tahun. Wajar jika mulai muncul pertanyaan tentang siapa yang bakal menggantikannya.
Salah satu nama yang santer dibicarakan adalah James Trafford. Kiper muda berusia 23 tahun itu tengah mendekati kepindahan senilai £40 juta ke Leeds United. Jika terealisasi, Trafford akan menjadi salah satu kiper termahal dalam sejarah, hanya kalah dari Kepa Arrizabalaga (£68 juta), Alisson (£62 juta), dan Andre Onana (£43 juta).
Profil James Trafford: Dari Burnley ke Ambisi Besar
Trafford adalah produk akademi Manchester City. Ia memulai karier seniornya di Burnley dengan biaya awal £15 juta pada musim panas 2023. Namun, musim perdananya di Premier League kurang mulus—ia kebobolan 67 gol dalam 28 pertandingan sebelum kehilangan tempat utama.
Kebangkitan terjadi di Championship 2024-25. Bersama Burnley, Trafford hanya kebobolan 16 gol dalam 45 laga, mencatat 29 clean sheet, dan rasio penyelamatan 84,47%. Pelatihnya saat itu, Scott Parker, bahkan menyebut Trafford sebagai kiper world class. Prestasi itu mengantarkan Burnley promosi dan Trafford kembali ke City dengan harga £27 juta pada musim panas lalu.
Sayang, kedatangan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain hanya empat minggu setelahnya membuat Trafford kembali menjadi pilihan kedua. Situasi inilah yang mendorong potensi kepindahannya ke Elland Road. Jika jadi, total biaya transfer yang telah dikeluarkan untuk Trafford sejak 2023 mencapai £82 juta—sebuah angka fantastis untuk kiper yang baru tampil 32 kali di Premier League.
Jordan Pickford: Kiper Nomor Satu yang Belum Tergantikan
Di sisi lain, Jordan Pickford masih menjadi penguasa posisi kiper utama Inggris. Pada Piala Dunia terakhir, ia bermain penuh di setiap laga hingga semifinal, memecahkan rekor Peter Shilton dengan 19 penampilan di Piala Dunia. Mantan kiper Inggris Paul Robinson bahkan menyebut Pickford sebagai nama pertama di daftar susunan pemain.
Pickford juga konsisten di level klub. Dalam sembilan musim bersama Everton, ia tiga kali berturut-turut menjadi pemain terbaik klub saat berjuang melawan degradasi. Dari 362 pertandingan Premier League, ia mencatat 98 clean sheet dan menyelamatkan hampir 70% tembakan yang dihadapi, termasuk 86% dari luar kotak penalti. Dua musim terakhir, hanya David Raya (Arsenal) yang memiliki clean sheet lebih banyak.
Penampilannya di adu penalti juga impresif: menyelamatkan 4 dari 14 tendangan di turnamen besar, termasuk kemenangan atas Kolombia (2018) dan Swiss (Euro 2024).
Perbandingan Trafford dan Pickford: Jarak Pengalaman dan Kualitas
Membandingkan kedua kiper secara langsung tidak mudah karena minimnya menit bermain Trafford di level tertinggi. Namun, ada beberapa indikator yang bisa dilihat.
Trafford bersinar di level usia muda. Ia bermain penuh di setiap laga saat Inggris U-21 juara Piala Eropa 2023 tanpa kebobolan satu gol pun—prestasi yang belum pernah terjadi dalam 39 tahun. Namun, di Premier League, performanya belum setara Pickford. Sejak debut Trafford pada 2023-24, Pickford unggul dalam mencegah gol yang diharapkan (goals prevented) dan persentase penyelamatan, meski menghadapi kualitas tembakan yang lebih tinggi. Trafford sendiri belum berhasil mencegah expected goals sama sekali versi Opta.
Artinya, meski potensi Trafford sangat besar, jalannya masih panjang untuk bisa menggantikan Pickford sebagai kiper utama The Three Lions.
Kesimpulan: Masa Depan Cerah, Tapi Butuh Waktu
Kepindahan James Trafford ke Leeds United senilai £40 juta memberinya panggung reguler di Premier League. Dengan usia baru 23 tahun, ia punya waktu untuk berkembang dan menambah caps internasionalnya—saat ini baru dua penampilan untuk tim senior Inggris. Namun, untuk menantang posisi Jordan Pickford, ia harus konsisten membuktikan diri di klub dan turnamen besar. Pickford masih kokoh, tapi persaingan kiper Inggris semakin menarik untuk diikuti.
