Micky van de Ven: Rekor Belanja Tottenham Buktikan Ambisi Baru Setelah Musim Tak Terima

Pernyataan Micky van de Ven Soal Ambisi Baru Tottenham

Micky van de Ven, bek andalan Tottenham Hotspur, mengungkapkan bahwa rekor belanja klub musim panas ini menjadi bukti nyata adanya ambisi baru Tottenham. Menurutnya, musim lalu merupakan hasil yang “tidak bisa diterima” dan kini klub siap bangkit dengan pendekatan yang lebih segar di bawah pelatih baru.

Van de Ven, yang sedang bernegosiasi perpanjangan kontrak, memberikan komentar tersebut saat tur pramusim Tottenham di Sydney. Ia menilai perubahan besar yang dilakukan manajemen menunjukkan keseriusan untuk kembali bersaing di papan atas Liga Inggris.

Rekor Belanja dan Kritik atas Musim Lalu

Tottenham menghabiskan dana mencapai £237 juta pada jendela transfer musim panas ini – tertinggi dalam sejarah klub. Langkah ini diambil setelah dua musim beruntun finis di peringkat 17 Premier League dan nyaris terdegradasi pada hari terakhir musim lalu.

“Anda bisa lihat klub telah membuat banyak perubahan. Ini menunjukkan ambisi baru Tottenham. Hal itu sangat penting bagi pemain yang sudah lama di sini,” ujar pemain berusia 25 tahun itu kepada BBC Sport.

Ia menambahkan bahwa musim lalu sangat menegangkan dan tidak dapat diterima dari sisi performa tim. Kini, tekad untuk meninggalkan masa kelam itu dan memulai musim baru dengan semangat segar menjadi prioritas utama.

Tiga Pelatih dalam Satu Musim

Musim 2023/24 menjadi mimpi buruk bagi Tottenham. Klub berganti pelatih hingga tiga kali: Thomas Frank hanya bertahan delapan bulan, diikuti Igor Tudor yang meninggalkan kursi pelatih setelah 44 hari, sebelum akhirnya Roberto de Zerbi ditunjuk dengan tujuh pertandingan tersisa.

Frank sebelumnya dikritik karena pendekatan “aman” (safety-first) yang membuat permainan Spurs sulit dinikmati dan gagal menarik hati para pendukung.

De Zerbi Bawa Filosofi Sepak Bola Menyerang

Van de Ven yakin ambisi baru Tottenham akan diwujudkan melalui tangan dingin De Zerbi. Pelatih asal Italia itu dikenal dengan gaya bermain ofensif dan menguasai bola.

“Akan berbeda dibandingkan musim lalu. Kami akan lebih banyak menguasai bola, lebih banyak bermain sepak bola. Saya rasa akan lebih menyenangkan ditonton karena kami akan bermain menyerang,” kata Van de Ven.

Ia juga memuji energi positif yang dibawa De Zerbi ke dalam skuat. “Anda bisa lihat dia membawa banyak gairah, mentalitas, dan semangat di lapangan. Itu yang kami butuhkan karena sebelumnya semua orang sedikit terpuruk.”

Dengan pramusim penuh, Van de Ven optimistis taktik De Zerbi bisa tertanam dengan baik di tim.

Daftar Rekrutan Mahal dan Gratis

Belanja besar Tottenham musim panas ini termasuk dua pemecahan rekor transfer klub dalam dua hari berturut-turut. Awal Juli, Spurs mendatangkan gelandang Mateus Fernandes dari West Ham sebesar £85 juta, lalu sehari kemudian merekrut Sandro Tonali dari Newcastle dengan harga £100 juta.

Selain itu, Jan Paul van Hecke – rekan setim Van de Ven di timnas Belanda – diboyong dari Brighton senilai £52 juta. Tiga pemain berpengalaman juga datang secara gratis: Marcos Senesi, Andrew Robertson, dan Martin Dubravka.

Van de Ven menyambut baik kedatangan para pemain baru. “Perasaan tim sangat bagus, jujur saja. Saya sangat menikmati bekerja dengan De Zerbi. Orang-orang yang datang juga luar biasa, mereka cepat beradaptasi dengan grup.”

Kesimpulan: Harapan Baru di Tottenham

Rekor belanja, pergantian pelatih, dan suntikan pemain berkualitas menunjukkan ambisi baru Tottenham untuk bangkit dari keterpurukan. Micky van de Ven menjadi salah satu representasi optimisme di ruang ganti. Jika taktik De Zerbi berhasil diimplementasikan, bukan tidak mungkin Spurs akan kembali menjadi tim yang ditakuti di Premier League.

Musim 2024/25 menjadi ujian apakah ambisi besar ini bisa berbuah hasil nyata di atas lapangan.