Jorge Jesus Kembali Bersatu dengan Cristiano Ronaldo
Jorge Jesus secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional Portugal. Pria berusia 71 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan berlangsung hingga Piala Dunia 2030, di mana Portugal menjadi tuan rumah bersama. Keputusan ini diumumkan setelah Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Spanyol dengan skor 1-0.
Sebelumnya, Roberto Martinez yang menjabat sejak Januari 2023 telah menyatakan mundur dari posisinya. Martinez gagal membawa Portugal melaju lebih jauh setelah kekalahan dari rival semenanjung tersebut. Kini, Federasi Sepak Bola Portugal mempercayakan kursi pelatih kepada Jesus yang sudah malang melintang di berbagai klub elite.
Yang menarik, Jesus pernah bekerja sama dengan kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, selama satu musim di Al Nassr. Keduanya sukses membawa klub asal Arab Saudi itu meraih gelar Liga Pro Saudi musim lalu. Hubungan profesional yang sudah terbangun ini diyakini akan memudahkan transisi kepelatihan di level tim nasional.
Karier Panjang dan Trofi Bergengsi
Jorge Jesus bukanlah nama baru di dunia sepak bola. Ia memulai karier kepelatihannya di Portugal bersama Benfica dan berhasil mempersembahkan tiga gelar liga pada 2010, 2014, dan 2015. Setelah itu, ia pindah ke Brasil dan menangani Flamengo pada 2019, di mana ia memenangkan lima trofi besar termasuk Brasileirão dan Copa Libertadores.
Di level klub Arab Saudi, Jesus juga menorehkan prestasi gemilang. Bersama Al Hilal, ia meraih treble domestik pada musim 2023-2024. Pengalaman menangani pemain bintang seperti Ronaldo di Al Nassr menjadi nilai tambah untuk menangani skuad Portugal yang penuh talenta.
Kontroversi dan Dukungan untuk Ronaldo
Setelah Portugal tersingkir, Ronaldo mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah edisi terakhirnya, namun ia belum secara resmi mengumumkan pensiun penuh dari timnas. Jesus dengan tegas mendukung keberadaan Ronaldo di tim. Ia menyebut Ronaldo sebagai “simbol sepak bola Portugal” dan akan terus memanggilnya selama kondisinya memungkinkan.
“Selama dia bermain dan dalam kondisi untuk dipilih, saya akan memilihnya, dalam batasan tertentu dan sesuai kondisi yang saya anggap terbaik untuk timnas,” ujar Jesus dalam konferensi pers. Ia juga menambahkan bahwa Ronaldo tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional maupun dirinya secara pribadi. “Saya sangat senang bekerja sama dengannya tahun lalu, mudah bekerja dengannya,” imbuh Jesus.
Meski demikian, Jesus mengakui bahwa ia belum berbicara langsung dengan Ronaldo soal rencana ke depannya. Pertandingan pertama Jesus sebagai pelatih Portugal akan berlangsung di ajang Nations League melawan Wales pada 24 September mendatang. Pertandingan itu akan menjadi ujian awal bagi skema permainan barunya.
Fokus ke Piala Dunia 2030 yang Digelar di Tiga Negara
Portugal akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Maroko. Ini adalah pertama kalinya Portugal berpartisipasi sebagai tuan rumah. Dengan kontrak Jesus hingga 2030, ia diharapkan membangun tim yang kompetitif sejak sekarang. Federasi Portugal yakin bahwa pengalaman Jesus di berbagai liga dan turnamen akan membawa dampak positif jangka panjang.
Namun, tantangan terbesar Jesus adalah mengelola transisi generasi. Selain Ronaldo yang sudah berusia 41 tahun, sejumlah pemain veteran lainnya juga mendekati akhir karier. Jesus perlu menyiapkan pemain muda berbakat seperti Vitinha, João Neves, dan Gonçalo Ramos untuk meneruskan estafet kepemimpinan di lapangan.
Kesimpulan
Penunjukan Jorge Jesus sebagai pelatih baru Portugal menandai babak baru bagi timnas. Kombinasi pengalaman internasional, kedekatan dengan Cristiano Ronaldo, serta rekam jejak memenangkan trofi di berbagai klub menjadi modal berharga. Meskipun harus segera beradaptasi dengan skuad dan jadwal padat, publik Portugal berharap Jesus mampu membawa tim lebih jauh di Piala Dunia mendatang, terutama saat menjadi tuan rumah pada 2030.
